SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bagi Suratin, anggota Satreskrim Polres Kotawaringin Timur (Kotim), donor darah bukan sekadar rutinitas. Baginya, donor darah adalah bentuk pengabdian kemanusiaan yang lahir dari pengalaman pribadi, ketika istrinya membutuhkan darah saat melahirkan anak ketiga pada tahun 2014.

“Waktu itu saya benar-benar sadar, satu kantong darah bisa memperpanjang usia seseorang. Sejak saat itu saya bertekad untuk rutin mendonorkan darah selama masih diberi kesehatan dan umur panjang,” katanya, Kamis, 18 September 2025.

Kini, Suratin sudah 56 kali donor darah, dan akan melakukan donor ke-57 pada 5 Oktober mendatang. Dedikasi inilah yang membuat dirinya menerima penghargaan dari PMI Kotim saat peringatan HUT ke-80 PMI karena telah mencapai 50 kali donor.

Menurutnya, manfaat donor darah tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga pendonor. Setiap dua bulan sekali, ia meluangkan waktu untuk menyumbangkan darahnya.

“Alhamdulillah donor darah ini secara tidak langsung bisa menyehatkan tubuh. Darah lama diganti dengan darah baru, sehingga tubuh terasa lebih segar. Tapi yang paling utama adalah niat ikhlas membantu orang yang membutuhkan,” ujar Suratin.

Ia menambahkan, sebelum donor dilakukan pengecekan kesehatan seperti tensi dan kekentalan darah. Proses ini sekaligus memotivasi dirinya untuk menjaga pola hidup sehat melalui olahraga dan pola makan seimbang.

Dengan golongan darah A, Suratin merasa terpanggil untuk terus berkontribusi. Ia bahkan mengajak rekan-rekannya di Polres Kotim agar ikut semangat membantu masyarakat melalui donor darah.

“Saya selalu sampaikan kepada teman-teman di Polres, mari kita bersama-sama membantu PMI Kotim. Karena banyak saudara kita yang sakit sangat bergantung pada ketersediaan darah,” ucapnya.

Bagi Suratin, donor darah adalah bentuk amal sederhana yang dampaknya luar biasa. “Intinya, selama masih sehat, saya akan terus mendonorkan darah. Karena setiap kantong darah yang kita berikan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)