SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 970 pendonor darah menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menyumbangkan darah untuk kemanusiaan.

“Semoga dengan adanya penghargaan ini, masyarakat lain juga tergerak untuk mendonorkan darahnya. Kami sangat berharap generasi usia produktif, khususnya 18 sampai 30 tahun, bisa rutin mendonor sehingga manfaatnya berjalan jangka panjang,” kata Kepala UDD PMI Kotim, dr Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, Kamis, 18 September 2025.

Penghargaan diberikan secara simbolis kepada tiga perwakilan, yaitu Suratin pendonor 50 kali, Andri Riyadi pendonor 25 kali, dan M. Uji Fernanda pendonor 10 kali saat peringatan HUT ke-80 PMI.

Secara keseluruhan, penerima penghargaan terdiri dari 85 orang pendonor 50 kali, 335 orang pendonor 25 kali, dan 550 orang pendonor 10 kali.

Lanjutnya, donor darah memiliki banyak manfaat. Selain membantu sesama, pendonor yang rutin menyumbangkan darah setiap dua bulan akan mendapatkan regenerasi sel darah baru, aliran darah yang lebih lancar, hingga pemeriksaan empat penyakit menular seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.

“Dengan rutin donor darah, selain menolong orang lain, tubuh pendonor juga akan lebih sehat. Karena setiap proses donor dilakukan pengecekan kesehatan,” tambahnya.

PMI Kotim mencatat rata-rata 20 orang mendonor setiap hari di markas PMI. Saat kegiatan donor massal, jumlahnya bisa mencapai 80 hingga 500 orang, terutama saat bekerja sama dengan perusahaan besar seperti PT KMA.

Meski begitu, antusiasme donor biasanya menurun saat bulan Ramadan. “Masih ada anggapan kalau donor di siang hari saat puasa bisa membatalkan, padahal sebenarnya tidak. Karena itu biasanya masyarakat lebih memilih donor di malam hari,” ujar dr Aldila.

Untuk menjaga ketersediaan darah, PMI Kotim menargetkan stok aman sebanyak 50 hingga 60 kantong darah per golongan. Dari semua golongan darah, yang paling langka adalah A dan AB, sedangkan yang paling umum adalah B dan O.

“Sebagian besar darah ini disalurkan ke RSUD dr Murjani Sampit yang permintaannya paling tinggi dan klinik,” pungkas dr Aldila. (DEWI PATMALASARI/j)