SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menemukan fakta mengejutkan dari program cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar sejak Agustus 2025. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa 48,27 persen anak usia sekolah di Kotim terindikasi mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi menyebutkan, kegiatan CKG dilakukan sesuai instruksi Kementerian Kesehatan. Skrining kesehatan digelar di puskesmas, sekolah mulai dari SD hingga SMA sederajat, serta di sejumlah pusat keramaian.

“Awalnya kami memprediksi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan jantung yang mendominasi. Ternyata hasilnya justru menunjukkan tingginya kasus gangguan kesehatan jiwa pada anak sekolah,” kata Umar, Kamis, 18 September 2025.

Selain penyakit tidak menular, tim juga menemukan tren peningkatan kasus HIV/AIDS yang terus naik setiap tahun. Namun, temuan terkait kesehatan jiwa anak menjadi sorotan utama.

“Mayoritas anak yang terdeteksi masih berada pada tahap kecemasan, belum sampai depresi atau gangguan jiwa berat. Tetapi ini adalah gejala awal yang tidak boleh diabaikan,” tambahnya.

Menurut Umar, hasil skrining ini akan segera ditindaklanjuti dengan melibatkan Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan juga orang tua. Langkah intervensi sejak dini diharapkan dapat mencegah masalah kesehatan jiwa semakin parah.

“Deteksi dini memberi kesempatan bagi kami melakukan penanganan lebih cepat. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari perundungan, pengaruh media sosial, hingga gaya hidup. Hal ini perlu perhatian serius semua pihak,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat agar tidak menganggap sepele gangguan kecemasan pada anak. Menurutnya, kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. (DEWI PATMALASARI/j)