BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sarinah, seorang janda dengan tiga orang anak yang masih kecil, tengah berjuang melawan penyakit pembengkakan jantung dan ginjal. Kondisi ini membuat tubuhnya, terutama perut dan kaki, membengkak akibat penumpukan cairan.
Semangatnya untuk sembuh kini diuji oleh keterbatasan biaya, saat ia harus dirujuk dari IGD RS Kuala Kapuas ke RS di Banjarmasin untuk perawatan lebih lanjut.
"Selama ini Sarinah menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja di sebuah warung makan. Namun sejak kesehatannya memburuk, ia tidak bisa lagi bekerja," ungkap Zanet, relawan Kapuas, Kamis, 18 September 2025.
Dengan tiga anak yang masing-masing berusia 12, 6, dan 3 tahun, ia kini menghadapi tantangan berat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Keluarga kecil ini tinggal di sebuah rumah sewa di Jalan Mahakam, Kuala Kapuas dan menambah beban finansial yang harus ditanggungnya.
Meskipun BPJS gratis telah diupayakan untuk meringankan biaya medis, tantangan terbesar kini adalah biaya hidup sehari-hari selama Sarinah berada di rumah sakit.
Biaya transportasi, akomodasi, dan kebutuhan dasar lainnya di luar biaya pengobatan menjadi kendala serius yang dihadapi oleh keluarga ini. Kondisi ini membuat mereka sangat membutuhkan bantuan dari sesama.
Sejumlah kerabat dan teman terdekat telah memulai inisiatif penggalangan dana sukarela. Mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama meringankan beban Sarinah.
"Setiap sumbangan, sekecil apapun, akan sangat berarti untuk membantu Sarinah fokus pada proses penyembuhannya tanpa harus memikirkan kesulitan finansial," tukas Zanet. (SABRIANOOR/R)








