BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Juara bertahan Bupati Cup XI tahun 2015 Arini FC, harus mengakui kemenangan tipis 1-0 atas lawannya Lendang FC, klub asal Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat.
Pertandingan yang dihelat di Stadion Sampuraga, Pangkalan Bun, Rabu (9/11/2016) penuh tensi yang memanas. Penonton laga ini memenuhi tribun barat dan sorak-sorai menghiasi saat berlangsungnya pertandingan.
Arini FC yang diperkuat oleh seorang pemain Brazil, Evandro Antonio Bevilaqua, tampil baik. Serangan mereka sejak peluit babak pertama dibunyikan beberapa kali menyulitkan Lendang FC.
Kerjasama tiga striker Arini, Romyansyah, Rizal Mustaqim, dan M. Hambali, membuat lini pertahanan Lendang kocar-kacir. Namun Lendang FC tampil disiplin. Dua palang pintu mereka Saerozi dan Ade Yulius, kukuh dalam bertahan.
Di menit ke-12, permainan sempat tertunda akibat salah satu tiang di sudut corner, terjatuh. Saat laga dilanjutkan, Evandro, mencoba tendangan jarak jauh di menit ke-16, namun melebar.
Lendang FC bukan tanpa perlawanan. Gelandang mereka, Heri Sugiantoro, sempat dilanggar di menit ke-26. Sang Kapten mengambil free kick, tetapi masih jauh dari mulut gawang.
Di menit injury time babak pertama, kericuhan antar pemain hampir terjadi. Ini berawal ketika M. Raiz, full back Arini FC, menjatuhkan kapten tim Lendang. Syukur, wasit mampu mengambil alih situasi.
Di babak kedua, Arini FC tampak bermain lebih menekan. Striker mereka, Romyansyah dimanjakan dengan long pass dari kedua sayap mereka, tetapi belum mampu menyarangkan bola ke gawang Lendang.
Tiga menit berjalan, Romyansyah diganti dengan sesama striker, Renaldi Pratama. Meski begitu, serangan Arini masih belum sempurna. Terlihat dari beberapa kali mereka melakukan tendangan off-target, menit ke-6 dan 7.
Arini FC cukup terbantu dari sejumlah umpan dan bola terbosan dari Evandro, tapi semuanya seakan mentah ketika akan memasuki jantung pertahanan Lendang.
Kartu kuning dikeluarkan wasit ketika striker Lendang, Heri Sugiantoro, kehilangan bola. Ia melanggar kapten Arini, Topan Dwi Cahyono.
Arini yang sejak menit awal tampil menekan, terlihat adanya penurunan stamina pemain mereka. Lendang FC pun melihat celah ini. Arini menjadi tertekan dan terpaksa Topan menjatuhkan pemain Lendang, Ivan Yusriansyah persis di depan kotak penalti.
Free kick diambil oleh Ivan, namun masih belum mampu menjebol gawang Arini yang dijaga Akbar Permadi.
Satu insiden, seorang pemain cadangan Arini bertindak tidak sportif di pinggir lapangan. Ia pun akhirnya mendapatkan kartu merah. Laga semakin memanas. Penonton di tribun berteriak-teriak.
Pertandingan dilanjutkan. Kali ini Lendang FC berbalik mengurung pertahanan Arini FC. Tekanan ada di pihak Arini. Di menit ke-16, Saerozi memberi umpan kepada striker Lendang yang baru masuk, Radexson, tandukannya tidak tepat sasaran.
Arini mencoba kembali menekan, tapi permainan mereka menjadi tidak terarah. Lendang memanfaatkan kondisi ini. Bek Lendang, Supriansyah, mengirim bola kepada Heri, lagi-lagi tandukan Heri, hanya lemah.
Menit 27, gelandang Arini, Fuji Yandi, mendapatkan kartu kuning. Sempat ada sedikit protes.
Tepat di menit ke-30, winger kanan Lendang, Heri Supriansyah mengirim passing cantik kepada Radexson, yang bisa ia selesaikan dengan baik. Gol untuk Lendang FC.
Gol itu tampaknya mematahkan asa tim Arini. Di menit injury time, kericuhan di lapangan hampir benar-benar terjadi. Suasana sedikit memanas. Panitia pertandingan beberapa kali memperingatkan penonton dan official masing-masing tim untuk tertib.
Gol semata wayang dari Radexson mengunci kemenangan Lendang FC atas juara bertahan Arini FC.
Usai pertandingan, pelatih Lendang FC Lambri, menyatakan bahwa kunci sukses mereka ada pada ketenangan bermain. "Kami mencoba bermain santai. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak terpancing permainan keras," katanya.
Sementara itu, Novi, pelatih Arini FC, belum mau berkomentar terkait kekalahan timnya. "Nanti saja," ujarnya. (CR-2/m)








