BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah resmi digelar pada Kamis, 18 September 2025, bertempat di Best Western Palangka Raya. Acara ini menjadi momentum penting bagi GAPKI Kalteng untuk memperkuat sinergi antaranggota dan menegaskan komitmen terhadap transparansi organisasi.
Ketua Panitia Rakercab, Dani Sasono, membuka kegiatan dengan laporan pelaksanaan yang menyoroti kesiapan teknis dan partisipasi aktif dari seluruh anggota. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang memungkinkan terselenggaranya Rakercab dengan lancar dan tertib.
Dilanjutkan dengan sambutan Ketua GAPKI Cabang Kalteng, Syaiful Panigoro, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan industri kelapa sawit. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan usaha.
Sementara itu, Ketua Umum GAPKI yang diwakili Sekjen, Hadi Sugeng, secara resmi membuka Rakercab dengan arahan strategis mengenai arah kebijakan nasional GAPKI.
“Saya mengingatkan perlunya adaptasi terhadap regulasi baru dan penguatan peran GAPKI sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan,“ katanya.
Setelah pembukaan, dilakukan pemilihan dan penetapan pimpinan sidang untuk memimpin jalannya Rakercab. Proses ini berlangsung demokratis dan menghasilkan struktur kepemimpinan sidang yang solid untuk mengawal agenda rapat.
Laporan kinerja periode September 2024 hingga Agustus 2025 disampaikan oleh Au Rizky Djaya, yang memaparkan capaian program kerja, tantangan yang dihadapi, serta evaluasi internal. Laporan ini menjadi dasar refleksi bagi anggota dalam menyusun strategi ke depan.
Sugeng Wijayanto kemudian menyampaikan laporan keuangan periode yang sama, menekankan prinsip akuntabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan dana organisasi. Laporan ini mendapat apresiasi karena disusun secara transparan dan detail.
Rakercab ditutup dengan pengukuhan Forum Tenaga Kesehatan GAPKI Kalteng sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pekerja industri sawit. Penutupan dilakukan secara resmi pada malam harinya, menandai berakhirnya Rakercab yang penuh semangat dan harapan baru. (TESTI PRISCILLA/j)









