BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah kembali melaksanakan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan sejumlah satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Kurun.
Pemantauan dilakukan di empat sekolah, yaitu SDN 2 Kurun, SDN 3 Kurun, SMPN 1 Kurun, dan SMPN 4 Kurun. Di setiap lokasi, para guru kelas melaksanakan pengimbasan pembelajaran bahasa Dayak Ngaju kepada para siswa. Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan penuh semangat, terlihat dari antusiasme siswa dalam mengikuti materi bahasa daerah yang disampaikan.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah yang digagas oleh Balai Bahasa, sejalan dengan program nasional revitalisasi bahasa ibu," kata Kasubbag Umum BBPKT, Kambang yang mendampingi tim dalam kegiatan tersebut, pada Jumat, 19 September 2025.
Bahasa Dayak Ngaju, lanjut Lambang, sebagai salah satu identitas budaya lokal mendapat perhatian khusus dalam pengembangan dan pengajaran di lingkungan sekolah. Para guru yang terlibat telah mendapatkan pelatihan sebelumnya dan kini meneruskan pengetahuan tersebut kepada peserta didik.
Selain pemantauan di sekolah, tim dari Balai Bahasa yang didampingi oleh Kasubbag Umum BBPKT, Kambang, juga melakukan kunjungan koordinatif ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas. Dalam kunjungan tersebut, tim diterima langsung oleh Kepala Dinas, Aprianto, yang menyambut baik inisiatif pelestarian bahasa daerah dan menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program RBD.
Menurut Aprianto, pelestarian bahasa daerah tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat jati diri generasi muda.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus digalakkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah Gunung Mas, sehingga semakin banyak penutur muda yang fasih dan bangga menggunakan bahasa Dayak Ngaju," tutur Aprianto.
Dengan semangat kolaboratif antara Balai Bahasa, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan, kegiatan pengimbasan RBD di Gunung Mas menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan secara sistematis dan berdampak langsung. Harapannya, bahasa Dayak Ngaju tetap lestari dan hidup dalam keseharian masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.(TESTI PRISCILLA/y)









