PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komisi Komunikasi Sosial atau Komsos Keuskupan Palangka Raya menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Videografer pada 19–20 September 2025 di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai paroki dan komunitas awam, dengan semangat membangun kapasitas komunikasi yang kreatif dan berdampak di lingkungan Gereja.

Ketua Komsos Keuskupan Palangka Raya, RD Constantius Gatot, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali umat awam dengan keterampilan jurnalistik dan videografi yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan, menyebarluaskan, dan menghidupkan karya pastoral Gereja.

“Kami ingin agar umat memiliki kemampuan menulis berita dan membuat video yang baik, sehingga pesan-pesan iman dan sosial bisa tersampaikan dengan lebih luas dan profesional. Karenanya kami senang sekali bahwa dalam kegiatan ini banyak sekali yang terlibat, hingga mencapai 200 orang dari Paroki seluruh Kalteng dan umat lainnnya serta para Suster dan Bruder,” ujar Romo Gatot pada Jumat, 19 September 2025.

Selama dua hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi dari para narasumber berpengalaman di bidang komunikasi dan media. Di antaranya adalah tim Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Agung yang dikenal aktif dalam pengembangan media Gereja, Konsultan Media Abdi yang akan membahas strategi komunikasi publik, serta Samuel Krismanto dari Broadcast Production’s House yang akan membimbing peserta dalam praktik videografi.

"Materi pelatihan akan mencakup teknik penulisan berita, etika jurnalistik, pengambilan gambar, editing video, hingga strategi penyebaran konten digital," tuturnya.

Para peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan hasil pembelajaran melalui simulasi liputan dan produksi video pendek bertema kehidupan Gereja dan sosial masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Komsos Keuskupan Palangka Raya untuk memperkuat peran komunikasi dalam pelayanan pastoral dan evangelisasi.

"Dengan melibatkan awam secara aktif, Gereja berharap dapat menjangkau lebih banyak umat melalui media yang relevan dan inspiratif, serta membangun narasi positif tentang kehidupan iman dan keberagaman," tambah Romo Gatot.

Pelatihan ini juga diharapkan menjadi awal dari terbentuknya jaringan komunikator awam yang mampu berkolaborasi lintas paroki dan komunitas, serta menjadi mitra strategis dalam menyuarakan nilai-nilai kasih, keadilan, dan persaudaraan di tengah masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)