SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Hidup Saadah, seorang ibu tua yang tinggal di sebuah gubuk reot di Handil Sohor, kini berubah berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

"Kami sangat berterimakasih karena adanya kepedulian dari Baznas Kotim. Kami dulu tinggal di gubuk dengan atap seng bocor dan dinding kayu lapuk. Sehingga saya sering tidak tidur kalau hujan deras. Takut rumah rubuh," kata Saadah, Jumat, 19 September 2025.

Ia mengungkapkan dengan bantuan tersebut kini dirinya bisa hidup layak dengan tempat tinggal yang lebih nyaman jika dibandingkan sebelumnya. 

"Kami berharap Baznas bisa membuat program seperti ini, bisa membantu langsung masyarakat," ujarnya. 

Ketua Baznas Kotim Sutimin didampingi wakilnya Ustadz Rusdianto, turun langsung melakukan survei dan memberikan bantuan program Rumah Layak Huni (RLH).

Mereka memastikan pembangunan rumah dilakukan dengan benar dan mendengarkan langsung keluh kesah Saadah.

“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun harapan. Setiap keluarga berhak hidup layak,” ujar Sutimin. 

Lebih lanjut, program tersebut  adalah bagian dari visi Baznas Kotim untuk memberdayakan masyarakat yang kurang mampu.

Keberhasilan program RLH untuk menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional dapat memberikan dampak besar. 

Ia juga menegaskan Baznas Kotim berkomitmen untuk terus menjangkau lebih banyak keluarga di pelosok Kotim, mewujudkan impian mereka untuk hidup layak dan bermartabat.

“Ini baru awal. Masih banyak keluarga seperti Bu Saadah yang perlu kita bantu. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap rupiah akan mengubah hidup seseorang,” tegasnya. (DEVIANA/H)