BORNEONEWS, Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan. Dengan pendidikan akan melahirkan SDM unggul dan berdampak pada kemajuan negara.
“Hari ini kami datang ke sini untuk mengecek kebijakan sekaligus menyerap aspirasi tentang pendidikan. Kami ingin tahu persis kebijakan kami, sekaligus memantau program Presiden Prabowo, seperti makan bergizi gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Koperasi Merah Putih. Semua akan kami sinkronkan dengan program kami supaya selaras,” kata Gubernur Agustiar Sabran, Jumat, 19 September 2025.
Hal itu disampaikannya saat mengunjungi SMAN 1 Sampit. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Kalteng didampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kabinda Kalteng Marsma TNI Muhammad Nur, Bupati Kotim Halikinnor, serta jajaran Forkopimda Kotim.
Rombongan meninjau kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar, penerapan pembelajaran dengan teknologi digital, pasar murah, pangkas rambut gratis dan penanaman pohon di lingkungan SMA Negeri 1 Sampit.
Agustiar menyebut, kunjungan kerja ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi, termasuk dari para pelajar. Ia menamakan kegiatan tersebut dengan hasupa hasundau agar lebih dekat dengan pelajar. Ia menegaskan, dirinya ingin menyerap aspirasi langsung di lapangan bukan dibalik meja agar kebijakannya sesuai kondisi nyata yang dialami masyarakat.
“Pendidikan harga mati. Negara akan mundur jika SDM tidak maju. Sebaliknya, jika SDM maju, negara pasti maju. Saya tidak ingin melihat anak-anak pedalaman maupun perkotaan tidak bisa sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, visi misinya adalah menjadikan orang lokal sebagai tuan rumah di tanah sendiri. Karena itu, Pemprov Kalteng menyiapkan anggaran sebesar Rp250 juta hingga Rp500 juta untuk setiap desa, yang diperuntukkan bagi honor para pendidik, tenaga kesehatan, ustazah, pendeta, pemuka agama, hingga damang dan kebutuhan desa lainnya.
Selain itu, setiap kabupaten/kota di Kalteng juga dialokasikan anggaran Rp125 miliar dalam bentuk program pembangunan.
“Harapan saya, dengan dukungan semua pihak, kita bisa melahirkan generasi Kalteng yang unggul, berkarakter, dan siap membawa daerah ini lebih maju,” pungkas Agustiar. (DEWI PATMALASARI/H)









