BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Kesehatan bersama TP PKK dan pihak swasta dalam hal ini yakni Xie Li Gumas PT Agrolestari Sentosa menggelar operasi katarak gratis di Klinik Mata Isen Mulang Kota Palangka Raya, Rabu, 17 September 2025.
"Program ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan," kata Jaya, Jumat, 19 September 2025.
Kemudian, kegiatan operasi katarak tersebut juga menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat dan sektor swasta dapat melahirkan program-program sosial yang membawa dampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang paling membutuhkan.
Sehingga diharapkan, kegiatan itu tidak hanya mengembalikan penglihatan, namun juga memberikan harapan, kemandirian dan kualitas hidup yang lebih baik bagi penerima manfaat.
"Bayangkan, setelah bertahun-tahun hidup dalam kabur atau gelap, mereka bisa kembali melihat wajah keluarga, alam sekitar, dan cahaya kehidupan," ucap Jaya.
Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak untuk terus membangun sinergi lintas sektor, menjadikan kesehatan sebagai prioritas bersama.
"Kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit atau pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua termasuk masyarakat dan dunia usaha," tukasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie menjelaskan bahwa oeprasi katarak gratis tersebut merupakan kegiatan yang kedua kali di tahun 2025. Sebelumnya dilaksanakan pada 23-25 Juni 2025.
"Program ini adalah bukti bahwa dengan bersatu, kita bisa melakukan hal-hal luar biasa.Mari terus berbuat, bergerak, dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Karena PKK adalah kita, dan kepedulian adalah kekuatan kita," kata Mimie.
Mimie menjelaskan pada operasi katarak ini diikuti oleh 54 pasien dari 17 puskesmas dan 2 rumah sakit di Gunung Mas. Mereka telah mendapat tindakan operasi secara bertahap.
Tahap pertama melibatkan 14 mata dari 11 pasien Puskesmas Tumbang Jutuh serta 3 pasien dari Puskesmas Rabambang.
Sementara tahap kedua mencakup 40 pasien dari puskesmas lain, mulai dari Kurun, Kampuri, hingga Tumbang Talaken. (RISKA YULYANA/R)









