KABAR gembira datang dari Kotawaringin Barat. Daerah ini, bulan depan akan memiliki sebuah pabrik tepung ikan. Sudah tentu, hal ini bukan hanya penciptaan lapangan kerja baru. Tetapi juga rantai prioduksi yang memberikan nilai tambah baru.
Menurut pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pabrik ini mampu mengolah 10 ton ikan per hari. Pabrik yang didanai Pemerintah Pusat (APBN) senilai Rp5 miliar ini akan dikelola pemerintah daerah, dengan bentuk badan usaha koperasi.
Sudah pasti, pendirian pabrik ini merupakan suatu kebutuhan yang tepat. Mengapa? Karena produksi ikan di daerah ini cukup besar.Mengingat Kotawaringin Barat berhadapan dengan Laut Jawa, yang kaya ikan.
Ini artinya, potensi perikanannya sungguh luar biasa. Jika diestimasikan, maka sebuah pabrik dengan kapasitas 10 ton per hari, relative sangat kecil. Karena potensi produksi ikan sesungguhnya mencapai ratusan ton.
Pertanyaan kita, tentu berkaitan dengan bagaimana mekanisme pasar yang akan diciptakan, sehingga mesin pabrik terus bergulir setiap hari dengan kapasitas penuh.
Kita tidak mau bantuan pemerintah pusat ini mubazir gara-gara salah hitung, gara-gara salah kelola. Contoh yang paling gamblang adalah pabrik pengolah jagung PD Agrotama Mandiri yang mangkrak dan kini berujung pada perkara tipikor.
Karena itu, sejak awal, sambil menunggu pabrik selesai dibangun, maka tata kelola pasar ikan harus sudah dirumuskan. Sudah harus terbentuk. Tidak boleh lagi para pejabat bersikap sembrono dan sok pintar. Karena logika pasar, berbeda dengan logika para birokrat.
Salah satu tata kelola pasar yang harus dipikirkan diantaranya adalah, bagaimana caranya agar bisa mendapatkan kuota bahan baku. Sebab, selama ini, ikan hasil tangkapan nelayan sudah memiliki pangsa pasar tersendiri. Artinya, ikan yang ada sudah habis diserap oleh pasar.
Contoh soal ini sepele.Tetapi inilah yang menyebabkan pabrik jagung PD Agrotama Mandiri itu bangkrut. Artinya, seluruh aspek pasar, harus dipikirkan dengan matang. Mulai dari bahan baku, bahan baku pendukung, sampai pemasaran hasil produksi, harus tuntas dipersiapkan.
Jadikan pabrik ini kebanggaan Kotawaringin Barat. Jadikan pabrik ini sebagai sarana mencipakan kesejahteraan bagi warga. Dan, jangan justru menjadi bancaan para pengelola yang tak bermoral.








