BORNEONEWS, Jakarta - Menpora Imam Nahrawi bermain bulutangkis melawan tiga juara Olimpiade. Yakni, Taufik Hidayat peraih emas Olimpiade Athena 2004, serta Liliyana Natsir & Tontowi Ahmad peraih emas Olimpiade Rio 2016. Permainan seru itu berlangsung di lapangan bulutangkis Kemenpora, Jakarta, Rabu (9/11/2016) malam.
Bermain bulutangkis memang menjadi olahraga rutin Menpora Imam Nahrawi. Di tengah kesibukannya, pria asal Madura ini, kerap menyempatkan bermain bulutangkis melawan karyawan atau staf di lingkungan Kemenpora. Namun, Rabu malam ini sangat berbeda, karena Menpora mendapat partner bertanding tiga juara Olimpiade bulutangkis.
Malam itu, Menpora berpasangan dengan Tontowi Ahmad sedangkan Taufik Hidayat berpasangan dengan Liliyana Natsir. Set pertama poin berlangsung ketat, Menpora/Tontowi Ahmad kalah di set pertama dengan skor 14-21. Set kedua, pasangan Menpora/Tontowi Ahmad menyamakan skor setelah menang 23-21. Pada set ketiga, kemenangan diraih pasangan Taufik Hidayat/Lilyana Natsir dengan skor 21-17.
Menpora terlihat begitu menikmati permainan. Tidak mau kalah, menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur menunjukkan smash-smash keras dan tajam kepada pasangan Taufik/Butet. Namun karena faktor usia tidak bisa dibohongi, setelah melakukan smash dan masuk, Menpora langsung minta waktu untuk istirahat. "Ternyata habis smash capek juga ya," kata Menpora.
Usai bertanding, Cak Imam pun ngobrol santai bersama para pahlawan bulutangkis tersebut. Liliyana Natsir pun usai bertanding mengatakan senang bermain bersama Menpora. "Saya baru kali ini bermain bersama, ternyata pukulan pak menteri lumayan juga. Kalau rutin latihan bisa tambah tajam pukulan. Tapi ini permainan yang menarik bagi saya bisa bermain bersama Menpora," kata pebulutangkis yang biasa disapa Owi.
Menpora juga mendapat pertanyaan dari wartawan mengenai pelaksanaan kongres PSSI yang akan di gelar besok. Menpora berharap kongres PSSI menjadi momentum yang tidak boleh dilewatkan oleh siapapun untuk melakukan proses pemilihan selektif, terbuka dan jujur dalam rangka mengawangi sepakbola tanah air masa depan.
"Tentu dengan semangat reformatif, tidak boleh setengah-setengah. Saya berharap siapapun yang terpilih baik sebagai ketua umum, wakil ketua umum melakukan perubahan besar-besaran dalam kontek regulasi sekaligus pengawalan terhadap pelaksanaan regulasi tersebut," ucap Menpora Imam Nahrawi dalam rilis Kemenpora, yang diterima, Kamis (10/11/2016). (Kemenpora/rep/N).








