BORNEONEWS, Sampit – SMA Negeri 1 (SMAN 1) Sampit kini sepenuhnya merasakan manfaat digitalisasi pembelajaran setelah menerima bantuan papan tulis interaktif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng). Sebanyak 36 unit papan tulis interaktif sudah terpasang di sekolah, terdiri dari 33 ruang kelas, aula, perpustakaan, serta ruang guru.
“Pembelajaran digital kelihatannya muluk sekali, tetapi ternyata manfaatnya sangat besar. Kalau sekolah, satu saja tidak akan sanggup menyiapkan itu. Alhamdulillah, seluruh ruang kelas sudah mendapatkan fasilitas papan tulis interaktif dari pemerintah provinsi,” kata Kepala SMAN 1 Sampit, Mohamad Darma Setiawan, Jumat, 19 September 2025.
Pernyataan itu disampaikan Darma saat kunjungan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran ke SMAN 1 Sampit. Gubernur meninjau beberapa ruang kelas di sekolah tersebut. Salah satu kelas kebetulan sedang proses belajar mengajar mata pelajaran IPA Biologi yang saat itu juga diikuti siswa SMAN 3 Sampit secara daring.
“Jadi ini bukan diatur untuk pamer, memang kebetulan bertepatan dengan pembelajaran interaktif bersama alumni yang sedang kuliah biologi murni,” ujarnya.
Darma menjelaskan, sejak bantuan diberikan, fasilitas tersebut langsung digunakan. Siswa bahkan cepat beradaptasi meski tanpa pelatihan khusus.
“Guru-guru sudah dilatih, dan anak-anak langsung mahir. Tahun lalu hanya ada 4 kelas yang terpasang, sekarang sudah lengkap 36 unit untuk 33 rombel, 1 unit di aula, 1 unit di perpustakaan dan 1 unut di ruang guru,” imbuhnya.
Ia menambahkan, selain papan tulis interaktif, sekolah mendapat dukungan panel surya dan Starlink. Awalnya pihaknya mengira hanya sekolah di pelosok yang mendapat bantuan ini, ternyata sekolah di kota juga mendapatkan panel surya dan Starlink.
"Dengan ini anak-anak lebih antusias belajar karena cukup menggunakan telunjuk atau alatnya, tidak repot lagi memakai laptop dan proyektor. Kita tahu dulu anak-anak kalau guru berhalangan hadir saat diberi tugas mereka sibuk sendiri, namun sekarang mereka cukup antusias,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M Reza Prabowo, menegaskan program digitalisasi pembelajaran sudah tersalur 100 persen ke seluruh SMA, SMK, dan SKh di Kalteng.
“Alhamdulillah sudah terlaksana penuh. Kami juga meluncurkan aplikasi Huma Betang, aplikasi kelas digital untuk memastikan tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan desa,” katanya.
Ia juga melaporkan bahwa panel surya dan Starlink sudah terpasang di sekolah-sekolah di Kalteng. Tujuannya untuk meringankan beban operasional sekolah, terutama biaya listrik yang cukup besar. (DEWI PATMALASARI/j)









