KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas menggelar aksi bersih-bersih lingkunhan dalam rangka memperingati world cleanup day.

Kegiatan bersih-bersih lingkungan tersebut dilaksanakan di Taman Kota Kuala Kurun dan sepanjang Jalan Sangkurun, Sabtu, 20 September 2025.

"Event World Cleanup Day yang digelar setiap bulan September sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap permasalahan sampah ini tentunya patut diapresiasi, mengingat masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah maupun pemahaman tentang kelestarian alam," kata Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing membacakan sambutan Bupati Jaya S Monong, Sabtu, 20 Sepetember 2025.

Dirinya menjelaskan bahwa, sampah merupakan permasalahan kompleks, yang jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi ancaman serius, bagi kelestarian lingkungan hidup dan keberlangsungan kehidupan makhluk hidup di dalamnya.

Sehingga diperlukan konsistensi, komitmen, dan sinergisitas dari berbagai pihak untuk dapat menanganinya dengan baik.

Tentunya upaya ini memerlukan peran serta semua pihak, baik pemerintah, swasta, Non-Governmental Organization (NGO), serta seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan dan mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Hal tersebut selaras dengan amanat Peraturan Bupati Gunung Mas Nomor 21 Tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menetapkan strategi pengurangan sampah salah satunya adalah dengan melaksanakan penguatan keterlibatan masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi, serta penguatan komitmen dunia usaha melalui penerapan kewajiban dalam pengurangan sampah.

Selaras dengan itu, kelestarian lingkungan hidup sudah waktunya menjadi prioritas kita bersama, baik dalam pembangunan maupun dalam menjalani kehidupan seharihari.

Apalagi mengingat target Menuju Indonesia Bersih 2029 melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 perse, yang masih memerlukan upaya keras. 

Sebab kondisi tahun 2024 capaian pengurangan sampah Kabupaten Gunung Mas baru mencapai 0,17 perse  dan penanganan sampah baru mencapai 15,85 persen.

"Untuk itu, saya mengajak semua yang hadir di sini, baik perangkat daerah, masyarakat, komunitas, stakeholder lainnya, beserta seluruh elemen masyarakat Gunung Mas, untuk berkomitmen melaksanakan pengelolaan sampah secara komperehensif," tukas Efrensia. (RISKA YULYANA/Y)