PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pelestarian bahasa daerah terus digalakkan di Kalimantan Tengah. Tim Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program Revitalisasi Bahasa Bakumpai dan Tawoyan di Kabupaten Barito Utara. Tim terdiri dari Ike Tien Novi, Sisiliya, dan Kusmara Djiwantara yang secara langsung meninjau pelaksanaan program di sejumlah sekolah.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Adharulhamsi. Bersama tim, ia mengunjungi lima sekolah, yakni SDN 5 Hajak, SDN 8 Lanjas, SDN 10 Melayu, SMPN 5 Teweh Baru, dan SMPN 8 Muara Teweh. Di sekolah-sekolah tersebut, guru kelas melaksanakan pengimbasan pembelajaran bahasa Bakumpai dan Tawoyan kepada para murid.

Pengimbasan dilakukan dengan menggunakan materi yang telah disusun dan disampaikan oleh Guru Utama Revitalisasi Bahasa Bakumpai dan Tawoyan. Materi tersebut dirancang agar sesuai dengan konteks lokal dan mudah dipahami oleh peserta didik. Para guru tampak antusias dalam menyampaikan pelajaran, sementara murid-murid menunjukkan minat yang tinggi terhadap bahasa ibu mereka.

Revitalisasi bahasa Bakumpai dan Tawoyan merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Di Barito Utara, program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan setempat. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi pelatihan guru, penyediaan bahan ajar, serta pendampingan teknis dari Balai Bahasa.

Menurut Adharulhamsi, pelestarian bahasa daerah bukan hanya soal mempertahankan kosakata, tetapi juga menjaga identitas dan nilai-nilai budaya lokal.

“Bahasa adalah jantung kebudayaan. Jika kita kehilangan bahasa, kita kehilangan cara berpikir dan cara hidup yang khas,” ujarnya dalam rilis pada Sabtu, 20 September 2025.

Tim Balai Bahasa berharap program revitalisasi ini dapat berjalan berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak sekolah serta komunitas lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, bahasa Bakumpai dan Tawoyan diharapkan tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari warisan budaya Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)