PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 200 peserta dari berbagai paroki di Kalimantan Tengah mengikuti sesi pelatihan jurnalistik yang dibawakan oleh Konsultan Media, Abdi Susanto, dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Videografer yang digelar oleh Komsos Keuskupan Palangka Raya pada 19–20 September 2025 di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi awam Gereja untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan dokumentasi karya pastoral.

Abdi Susanto dikenal sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik. Ia memulai kariernya sebagai wartawan pada tahun 2001 dan telah menorehkan berbagai karya jurnalistik yang berfokus pada isu sosial, kemanusiaan, dan Gereja. Selama sepuluh tahun terakhir, Abdi aktif sebagai Konsultan Media di Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menjadikannya salah satu figur penting dalam pengembangan komunikasi Gereja Katolik di Indonesia.

Dalam sesi pelatihan yang berlangsung intensif, Abdi membagikan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya kemampuan menulis berita yang akurat, berimbang, dan bermakna.

“Menulis berita bukan sekadar menyusun kata, tetapi menyampaikan kebenaran dengan tanggung jawab,” ujar Abdi di hadapan peserta yang antusias mengikuti setiap sesi.

Materi yang disampaikan mencakup tahapan-tahapan penting dalam proses jurnalistik, mulai dari teknik pengumpulan data, wawancara, verifikasi informasi, hingga penyusunan berita yang layak tayang. Abdi juga mengajak peserta untuk memahami etika jurnalistik dan peran media dalam membangun narasi positif di tengah masyarakat yang majemuk.

Pengalaman Abdi yang pernah menempuh pendidikan di seminari turut memperkaya pendekatannya dalam menyampaikan materi. Ia mampu menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan praktik jurnalistik yang humanis dan inklusif. Hal ini memberikan perspektif baru bagi peserta, terutama dalam menyuarakan kehidupan Gereja dan masyarakat melalui media.

Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan para komunikator awam yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Komsos Keuskupan Palangka Raya menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memperkuat kapasitas komunikasi umat demi pelayanan yang lebih luas dan berdampak. (TESTI PRISCILLA/H)