PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Daniel Kristianto, calon Imam Keuskupan Palangka Raya yang berasal dari Barito Timur, menunjukkan komitmen pelayanan yang mendalam melalui keterlibatannya di Lembaga Pendidikan STIPAS.

Sehari-hari, ia membantu memenuhi kebutuhan mahasiswa yang tinggal di asrama, mulai dari urusan dapur hingga logistik harian.

“Saya saat ini bertugas sebagai Bapa Asrama untuk membantu mengutus urusan perut sehari-hari anak-anak di asrama STIPAS Palangka Raya,” kata Diakon Daniel saat diwawancarai di Aula Magna, Keuskupan Palangka Raya pada Jumat, 19 September 2025.

Dalam rutinitasnya, Daniel melakukan belanja setiap tiga hari sekali untuk mencukupi kebutuhan pangan mahasiswa. Ia membeli sayur, ikan, beras, dan bahan pokok lainnya, sering kali harus bolak-balik satu hingga dua kali dalam sekali belanja dari pasar ke tempatnya memarkirkan kendaraan saking banyaknya belanjaan.

“Saya atur agar stok cukup untuk tiga hari ke depan, supaya tidak terlalu sering keluar,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari ritme hidupnya selama masa pembinaan.

Namun, tantangan tidak sedikit. Daniel mengungkapkan bahwa harga bahan pangan terus mengalami kenaikan, terutama daging ayam yang kini mencapai lebih dari Rp40.000 per kilogram.

“Kenaikan harga ini cukup memberatkan, apalagi kalau belanja untuk banyak orang,” katanya.

Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga kerap menghambat aktivitas belanja dan distribusi bahan makanan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Daniel mengandalkan pendekatan yang sederhana namun efektif: membangun hubungan baik dengan para pedagang pasar. Ia kerap menawar harga dengan para acil langganannya, dan hasilnya cukup membantu menjaga stabilitas keuangan.

“Kalau sudah kenal dan langganan, biasanya mereka kasih harga lebih bersahabat,” tuturnya sambil tersenyum.

Kebiasaan tawar-menawar ini bukan sekadar strategi ekonomi, melainkan juga bentuk komunikasi yang mencerminkan nilai-nilai pelayanan dan keakraban. Daniel percaya bahwa relasi yang baik dengan masyarakat sekitar adalah bagian dari panggilan hidupnya sebagai calon imam.

Dedikasi Daniel menjadi cerminan nyata dari semangat pelayanan yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Di tengah tantangan ekonomi dan cuaca, ia tetap konsisten menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan kasih. Sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang ingin mengabdikan diri bagi sesama. (TESTI PRISCILLA/H)