PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Camat Banama Tingang, Yanoadi Setiawan menyampaikan, Kecamatan Banama Tingang, memiliki 15 Desa dengan jumlah penduduk 10.750 jiwa. Luas wilayah 581 km persegi, berada di alur sungai Besar (Sungai Kahayan).

"Banama Tingang memiliki tanah yang subur. Hal tersebut tentu sangat potensial untuk pengembangan perkebunan dan pertanian," kata,Yano, Sabtu, 20 September 2025.

Dijelaskan Yano, untuk perkebunan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan karet masyarakat 7.814 hektar, terluas kedua setelah Kecamatan Kahayan Hilir.

Sedangkan untuk komoditi sawit, kebun masyarakat masih terus berkembang, sekarang mencapai 488 hektar.

Menurut Yano, tantangannya harga karet mentah yang rendah, membuat masyarakat beralih profesi ke petani sawit dan pekerjaan lainnya.

Sementara itu, untuk sawit lanjut Setiawan, kendala terkait sulitnya mendapatkan bibit yang standar dan bersertifikasi.

"Untuk meningkatkan kembali semangat para petani karet, salah satunya berharap harga karet mentah meningkat, kalau sekarang Rp 7.000 - Rp 9.000 per kilogramnya, tergantung lokasi dan kualitasnya," ujar Yano.

Kalau untuk petani sawit, tambah Yano, pihaknya berharap adanya bimbingan dan pembinaan dari para penyuluh pertanian atau perkebunan serta pembibitan.

"Guna menstabilkan dan menstandarkan harga dan kualitas bibit sawit itu sendiri, sehingga kebun masyarakat tidak kalah kualitasnya dari PBS yang ada," pungkas Yano. (RETHA/H)