PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah atau LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) selama tiga hari, 19–21 September 2025, di Aula GSG Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Rakorda menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan Pesparani I tingkat provinsi yang akan digelar November mendatang.

Rakorda dibuka dengan misa bersama yang dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Palangka Raya RD Silvanus Subandi. Dalam homilinya, ia menekankan bahwa Pesparani adalah pesta iman, bukan sekadar ajang kompetisi.

“Pesparani harus menjadi wahana peningkatan mutu iman Katolik,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan LP3KD dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, serta unsur pemerintah dan gereja. Ketua Panitia Rakorda, Yulita, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan menyatukan komitmen dan menyusun kesepakatan teknis terkait pelaksanaan lomba.

“Rakorda ini penting untuk memastikan kesiapan semua pihak, baik dari segi peserta, data lomba, maupun koordinasi teknis,” kata Yulita.

Ia berharap Rakorda menghasilkan keputusan yang bijak dan inklusif.

Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Kalteng, Sandra Mariyus Adipa, menilai Pesparani sebagai sarana pembinaan iman sekaligus penguatan kerukunan.

“Pesparani adalah ruang ekspresi spiritual yang memperkuat toleransi,” ujarnya.

Dengan semangat persaudaraan dan koordinasi lintas wilayah, LP3KD Kalteng berharap Pesparani I menjadi momentum pemersatu umat Katolik di Kalimantan Tengah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman. (TESTI PRISCILLA/H)