PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dengan efisiensi lahan yang tak tertandingi, kelapa sawit dinilai sebagai pilihan paling berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Hal ini ditegaskan oleh Ir. Putu Juli Ardika, MA, dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru Akademi Perkebunan Yogyakarta (AKPY).

“Sawit mampu menghasilkan minyak dalam jumlah besar dengan jejak lahan yang jauh lebih kecil dibandingkan komoditas lain,” kata Putu Juli dalam rilisnya pada Sabtu, 20 September 2025.

Namun, Putu juga mengingatkan bahwa keberhasilan industri sawit tidak lepas dari tantangan kampanye negatif yang kerap menyudutkan komoditas ini. Menanggapi hal tersebut, BPDP bersama pemerintah menjalankan berbagai program strategis dan terukur. Di antaranya adalah advokasi sawit positif, penguatan riset hilirisasi, serta peremajaan kebun rakyat dengan bibit unggul dan bersertifikat.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya integrasi industri sawit dari hulu hingga hilir. Di tingkat petani, pemerintah memprioritaskan program peremajaan tanaman, penyediaan sarana produksi, dan pelatihan teknis.

“Petani adalah garda depan. Kalau produktivitas mereka naik, seluruh rantai industri akan lebih kuat,” tegas Putu, menekankan pentingnya pemberdayaan petani sebagai fondasi keberlanjutan industri.

Di sisi pasar, pemerintah menjaga stabilisasi harga Crude Palm Oil (CPO) dengan memperkuat serapan domestik melalui program biodiesel. Kebijakan ini tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani dan perusahaan sawit.

Sementara itu, di sektor hilir, riset dan pengembangan diarahkan pada diversifikasi produk berbasis kelapa sawit. Fokusnya tidak hanya pada energi terbarukan seperti bio-hydrocarbon fuel, tetapi juga pada pangan sehat, biomaterial ramah lingkungan, dan bio-packaging berbasis tandan kosong kelapa sawit. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, pemerintah optimistis industri kelapa sawit akan terus menjadi tulang punggung ekonomi nasional sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa AKPY sebagai calon profesional perkebunan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjaga integritas, produktivitas, dan citra positif industri sawit Indonesia. (TESTI PRISCILLA/H)