KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tren street coffee atau kopi keliling kian menjamur di Kuala Kapuas. Usaha kreatif yang digandrungi oleh para kawula muda ini, semakin marak terlihat di berbagai sudut kota, menawarkan alternatif menikmati kopi dengan harga yang lebih terjangkau.

Seorang warga Kapuas, Fandi, mengamini fenomena ini. Ia menuturkan bahwa semakin sore, semakin banyak penjual kopi keliling yang muncul di sepanjang jalan. "Semakin sore semakin ramai yang muncul berjualan kopi," ucapnya, Sabtu, 20 September 2025.

Salah satu penjual kopi keliling di kawasan Taman Raja Bunu, Iwan, mengatakan bahwa ia sengaja menggeluti usaha ini untuk menangkap potensi pasar dari anak muda yang hobi minum kopi.

Dengan semakin populernya kopi di kalangan anak muda, Iwan melihat peluang besar untuk menyediakan kopi yang berkualitas namun dengan harga yang ramah di kantong.

Iwan berupaya menarik minat pembeli dengan mendesain gerobaknya secara minimalis. Dekorasi sederhana namun menarik ini, diharapkan bisa membuat warga, khususnya anak muda Kapuas, tertarik untuk singgah dan membeli kopi buatannya.

Salah satu daya tarik utama dari street coffee ini adalah harganya yang jauh lebih murah dibandingkan kopi yang dijual di kafe. Iwan mematok harga jual kopinya di kisaran Rp8.000 hingga Rp12.000, jauh lebih murah dibanding harga kopi di kafe yang bisa mencapai Rp25.000.

Meski harganya terjangkau, Iwan menjamin varian kopi yang ditawarkannya tidak kalah dengan yang ada di kafe. Ia menyediakan berbagai pilihan rasa populer seperti Hazelnut, Cappuccino, dan Tiramisu. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk menikmati rasa kopi favorit mereka tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Lebih dari sekadar tempat jualan, para pembeli juga menjadikan lokasi para penjual kopi keliling ini sebagai tempat bersosialisasi. 

"Biasanya yang beli di sini, mereka ngopi sambil duduk nongkrong menikmati suasana taman di sore hari bersama teman-teman," tutur Iwan. (SABRIANOOR/R)