BORNEONEWS, Pulang Pisau - Telur asin salah satu makanan tradisional Indonesia yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan vitamin.
Terbuat dari telur bebek yang diawetkan melalui proses penggaraman, telur asin menjadi salah satu makanan favorit di berbagai daerah di Indonesia.
Nurhelsa perempuan berusia 30 Tahun dari Desa Anjir, Kecamatan Kahayan Hilir, sukses mengembangkan usaha telur asin dengan menggandeng ibu - ibu sebagai pekerja, dengan nama usaha Telur Asin Eca.
Elsa menyampaikan, salah satu motivasi dalam membangun bisnis telur asin di tempatnya, untuk membuka lapangan pekerjaan bagi ibu - ibu rumah tangga, selain bisnis telur asin hasilnya menjanjikan.
"Mulai usaha telur asin ini sejak Januari 2025 sampai sekarang. Ini juga sekaligus termotivasi menciptakan lapangan kerja bagi ibu - ibu rumah tangga yang tidak bekerja," kata Elsa, Sabtu, 20 September 2025.
Untuk proses pembuatannya sendiri, lanjut Elsa dalam 1 minggu dilakukan satu kali, mulai dari memilih telur segar dengan dibantu oleh ibu - ibu yang bekerja.
Proses pembuatan telur asin dimulai dari membersihkan dan merendam telur, kemudian melapisinya dengan adonan garam dan abu gosok, lalu menyimpannya untuk proses pengasinan selama 10-14 hari. Terakhir merebus telur hingga matang.
"Metode ini memanfaatkan proses difusi agar garam masuk ke dalam pori-pori telur, menghambat pembusukan, dan memberikan rasa asin khas telur asin, sementara itu pengasinan 10 - 14 hari akan menghasilkan kuning telur asin yang seperti pasir atau bisa di sebut masir. Untuk proses pengukusan dilakukan selama 4 jam, agar hasil bagus dan awet," jelas Elsa.
Elsa menuturkan, dalam satu minggu, bisa memproduksi sebanyak 1000 butir telur asin. Sementara itu untuk penjualan dilakukan dengan cara di titip di warung - warung juga dengan cara penjualan online.
"Untuk harga bervariasi mulai dari 25.000 rupiah satu paket isi 4 telur dan tergantung besar kecilnya telur. Alhamdulillah telur asin Echa ini sudah sampai ke Padang dan Sumatra," pungkas Elsa.
Ia berpesan kepada anak - anak muda jangan takut untuk memulai berdikari, membangun UMKM seperti yang ia lakukan. ( RETHA)









