SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Hingga September 2025 tercatat ada 1.542 koperasi yang terbentuk di Provinsi Kalimantan Tengah, terdiri atas 1.407 koperasi desa dan 135 koperasi kelurahan.

"Pentingnya program koperasi merah putih ini merupakan prioritas nasional yang selaras dengan visi pembangunan Kalimantan Tengah. Kemudian koperasi berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa dan kelurahan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga memperkuat kemandirian lokal," kata Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S Ampung.

Hal itu disampaikannya saat membacakan kesimpulan rakor pemerintah daerah tentang percepatan operasionalisasi koperasi merah putih dan kartu huma betang 2025 bersama Pemkab Kotim dan Seruyan yang dipimpin oleh Gubernur Kalteng  Agustiar Sabran di Gedung Serba Guna Sampit, Sabtu, 20 September 2025.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah terbentuk 185 koperasi yang semuanya memiliki kantor. Sementara di Kabupaten Seruyan ada 100 koperasi yang masih dalam proses penyelesaian.

Meski jumlah koperasi cukup besar, Leonard mengakui bahwa program ini masih dalam tahap awal. Wajar jika masih ditemukan berbagai kendala, baik dari sisi kelembagaan, perizinan, maupun operasional.

Saat ini, 286 koperasi sudah memiliki kantor, dan 21 unit di antaranya telah aktif beroperasi. Untuk mempercepat perkembangan, Leonard menekankan pentingnya konsistensi, pendampingan usaha, serta pembinaan sumber daya manusia (SDM) koperasi.

Arahan Gubernur Kalteng menekankan beberapa langkah strategis, yakni pendampingan usaha dan pelatihan SDM koperasi dengan laporan berkala ke Dinas Koperasi dan UKM provinsi. Kemudian, mengaktifkan minimal 3–5 koperasi per bulan hingga akhir Desember 2025.

Memastikan seluruh izin usaha koperasi selesai paling lambat 31 Desember 2025 serta mendorong kemitraan koperasi dengan kelompok tani, BUMDes, BUMN, BUMD seperti Bank Kalteng, serta perusahaan swasta besar.

Pemprov Kalteng akan rutin meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi melalui pelatihan daring maupun luring setiap Senin dan Jumat yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Kalteng.

Selain itu pemerintah juga mendorong pendataan usaha unggulan koperasi, penyusunan tata kelola kelembagaan dan keanggotaan koperasi, serta pembangunan jaringan kemitraan usaha yang lebih luas.

"Semua diminta untuk bersinergi menyukseskan koperasi merah putih dan mendukung program presiden yaitu program MBG terkait penyediaan bahan pokok serta memperkuat ekonomi kerakyatan dimulai dari desa dengan falsafah keberhasilan program akan mendorong Kalimantan Tengah yang berkah maju sejahtera dan mendukung visi Indonesia emas 2045," pungkasnya  (DEWI PATMALASARI/R)