BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi di kalangan masyarakat semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.
Penyakit hipertensi sering kali disebut sebagai "pembunuh senyap" karena sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, jika tidak segera ditangani, hipertensi dapat memicu berbagai penyakit lain yang lebih serius.
"Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya pencegahan sangatlah krusial," ucap Dokter Erny, yang bertugas sebagai Dokter Umum Madya dan juga Dokter Penanggung Jawab Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Minggu, 21 September 2025.
Ia mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup menjadi kunci utama untuk mengendalikan penyakit ini. Ia menekankan bahwa banyaknya makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok menjadi pemicu utama.
Dokter Erny menjelaskan bahwa tingginya angka penderita hipertensi juga berdampak besar pada keluarga pasien. Ia menyebutkan bahwa dukungan dan peran aktif keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu pasien dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan mengelola penyakit mereka. Tanpa dukungan keluarga, pasien akan kesulitan untuk tetap berkomitmen pada perubahan gaya hidup yang dibutuhkan.
Untuk mengendalikan tekanan darah, Dokter Erny menyarankan beberapa langkah penting. Pertama, masyarakat harus memperhatikan pola makan mereka. Mengurangi konsumsi garam, makanan berlemak, dan gula sangat dianjurkan. Selain itu, penderita hipertensi disarankan untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan berserat tinggi.
Selain pola makan, gaya hidup aktif juga menjadi faktor penentu. Dokter Erny menekankan pentingnya olahraga teratur. Olahraga ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang, dapat membantu menurunkan tekanan darah. Ia juga mengingatkan agar menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Dokter Erny menambahkan, penting untuk mengetahui rentang normal tekanan darah agar dapat melakukan deteksi dini. Tekanan darah normal untuk dewasa berada di kisaran sistol 100-139 mmHg dan diastol 60-89 mmHg. Sementara itu, untuk olahraga tekanan darah bisa lebih rendah. Seseorang dikatakan menderita hipertensi jika sistolnya mencapai \geq140 mmHg dan diastolnya \geq90 mmHg.
Dengan meningkatnya kasus hipertensi, Dokter Erny berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga. Ia menekankan bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati, dan perubahan kecil dalam gaya hidup dapat membawa dampak besar dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi. (SABRIANOOR/j)









