BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro, menegaskan bahwa persoalan kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber berkembangnya berbagai penyakit menular yang berisiko tinggi bagi kesehatan warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Ia menilai, masih banyak kawasan di Palangka Raya yang luput dari pengawasan, terutama di pemukiman padat penduduk dan daerah pinggiran kota. Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik serta drainase yang tersumbat sering kali memicu munculnya genangan air, sehingga menjadi sarang nyamuk dan penyebaran penyakit.
"Kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kebersihan lingkungan sekitar mereka," ujarnya, Senin, 22 September 2025.
Jati Asmoro menyoroti lemahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan meski pemerintah telah menyediakan fasilitas. Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah lebih tegas dari pemerintah daerah, baik melalui penegakan aturan maupun program edukasi berkelanjutan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran aktif Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam mengantisipasi munculnya penyakit menular seperti demam berdarah, diare, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Menurutnya, penanganan tidak boleh hanya bersifat reaktif ketika kasus meningkat, melainkan harus dilakukan dengan pendekatan preventif dan rutin.
Jati juga mengingatkan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.
"Semua pihak harus terlibat. Mulai dari masyarakat, RT/RW, hingga komunitas pemuda bisa bergerak bersama. Tanpa sinergi, mustahil Palangka Raya bisa menjadi kota yang sehat dan bersih," jelasnya.
Ia juga mengkritisi program kebersihan yang dinilainya masih sporadis dan tidak menyentuh akar masalah. Menurutnya, kampanye kebersihan harus dibarengi dengan strategi pengelolaan sampah yang lebih modern, termasuk pemilahan sejak dari rumah tangga, serta optimalisasi bank sampah yang masih minim berjalan.
Selain itu, ia menegaskan bahwa masalah kebersihan berhubungan erat dengan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Lingkungan yang sehat akan mengurangi beban biaya kesehatan, meningkatkan kenyamanan hidup, dan mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan.
"Kalau masyarakat sering sakit karena penyakit menular, otomatis produktivitas juga akan menurun," tambahnya.
Untuk itu, Jati Asmoro meminta Pemko Palangka Raya untuk menjadikan isu kebersihan sebagai prioritas dalam program pembangunan. Dengan tata kelola lingkungan yang lebih serius, didukung partisipasi masyarakat, Palangka Raya diyakini dapat mewujudkan visi kota yang sehat, nyaman, dan terbebas dari ancaman penyakit menular. (MARINI/J)









