PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Dies Natalis Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI FKIP Universitas Palangka Raya pada Minggu malam, 21 September 2025 mendapat pujian dari Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau. Ia menilai acara yang digelar di Taman Budaya Jalan Temanggung Tilung tersebut sangat bagus dan menarik, terutama dalam pengelolaan kegiatan seni yang ditampilkan secara profesional dan kreatif.

Menurut Sukardi, mahasiswa PBSI menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengelaborasi potensi seni, menata panggung, mengatur pencahayaan, dan mengoordinasikan keseluruhan acara.

“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi bukti nyata bahwa mahasiswa PBSI mampu mengimplementasikan ilmu yang mereka pelajari di luar kelas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa PBSI memiliki ‘modal kuat’ yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sosial. Modal sosial ini, menurutnya, akan sangat berguna ketika mereka terjun ke masyarakat setelah lulus.

“Mereka sudah terbiasa bekerja sama, berkomunikasi, dan membangun jaringan. Itu aset penting,” kata Sukardi.

Kepala Balai Bahasa Kalteng juga menyampaikan harapan besar agar jurusan Bahasa Indonesia dapat menjadi penjaga ruang-ruang kreativitas seni di kampus. Ia menilai PBSI memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong lahirnya kegiatan seni yang berakar dari lingkungan akademik.

Inisiator kegiatan seni di kampus, khususnya mahasiswa PBSI, diharapkan dapat terus menghidupkan berbagai jenis kesenian, termasuk seni panggung.

“Kampus harus menjadi tempat tumbuhnya ekspresi seni yang sehat dan membangun,” tambahnya.

Sukardi menutup dengan harapan agar lulusan PBSI nantinya dapat berperan aktif di sekolah dan masyarakat, salah satunya dengan menumbuhkan sanggar-sanggar seni.

“Kalau ini dijaga dan dikembangkan, Kalimantan bisa menjadi pusat kreativitas seni yang membanggakan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)