SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) akan melakukan penelusuran mendalam terkait penyebab meningkatnya kasus gangguan jiwa pada pelajar di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap data yang menunjukkan angka yang cukup tinggi, terutama pada pelajar SMP dan SMA.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, mengungkapkan kekhawatirannya terkait masalah tersebut. 

"Kami sedang mengumpulkan data, kemudian akan kami serahkan ke dinas Provinsi Kalteng," katanya, Senin, 22 September 2025.

Ia mengungkapkan pemeriksaan gratis rutin dilakukan di sekolah tidak hanya fisik, kesehatan mental juga. Hasilnya lebih dari seratus pelajar menderita gangguan jiwa namun dalam kategori ringan. Meski demikian, hal itu menjadi perhatian pihaknya. 

"Kami akan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebabnya. Penelusuran ini akan mencakup beberapa berbagai aspek," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan banyak faktor yang membuat anak menjadi stress, baik karena faktor di lingkungan sekolah ataupun keluarga. 

"Apakah ada pembullyan di sekolah atau ada masalah dengan keluarganya atau dengan guru-gurunya. Ini yang akan kita telusuri," tegasnya.

Sebagai langkah preventif, Dinkes Kotim secara akan rutin menggelar pemeriksaan kejiwaan gratis bagi para pelajar. Hal ini diharapkan dapat membantu mendeteksi dini masalah kesehatan mental dan memberikan penanganan yang tepat. (DEVIANA/j)