BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Ratusan warga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Seruyan, Senin, 22 September 2025.
Massa datang dengan membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan untuk mempercepat pembayaran Sisa Hasil Usaha Kebun (SHUK) yang hingga kini masih tertunda.
Salah satu orator dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa masyarakat hanya menuntut hak mereka yang sudah lama dinanti namun belum ada kepastian.
“Kami hanya ingin hak kami segera dibayarkan, jangan dibiarkan berlarut-larut. Kasihan keluarga kami, anak-anak butuh biaya sekolah, dan ada keluarga yang sakit membutuhkan biaya berobat,” ujarnya lantang.
Koordinator aksi, Mutmainah, menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu lama menunggu kejelasan pembayaran SHUK Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama.
"Pembayaran SHUK ini merupakan urat nadi masyarakat. Sudah tiga bulan kami menunggu. Uang sekolah anak-anak tidak terbayar, sementara hutang di warung juga menumpuk,” katanya.
Senada, perwakilan warga lainnya, Askur, menambahkan bahwa SHUK sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat. Dana tersebut dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan pokok lainnya.
“Tuntutan ini murni dari masyarakat karena SHUK adalah hajat hidup kami. Semoga aksi hari ini mendapat respons baik dan hak kami bisa segera dibayarkan,” harapnya. (FAHRUL/j)









