PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro, menegaskan bahwa sektor pariwisata harus menjadi salah satu penopang utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia berharap, pada akhir tahun 2025 nanti, jumlah kunjungan wisata ke Palangka Raya dapat meningkat secara signifikan, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.

Menurutnya, Palangka Raya memiliki potensi wisata yang besar, mulai dari wisata alam, budaya, hingga edukasi. Namun, pengelolaan dan promosi yang belum maksimal membuat jumlah kunjungan masih stagnan. 

“Kalau ingin PAD meningkat, maka sektor wisata harus ditangani lebih serius. Promosi, infrastruktur, dan pelayanan harus berjalan seimbang,” ujarnya, Senin, 22 September 2025.

Jati menilai, keberhasilan meningkatkan kunjungan wisata sangat bergantung pada strategi pemerintah daerah dalam merancang program yang inovatif. Ia menyoroti pentingnya event tahunan yang mampu menarik wisatawan, seperti festival budaya, olahraga, maupun kegiatan seni yang dikemas dengan konsep modern dan dipromosikan melalui platform digital.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan infrastruktur. Akses menuju destinasi wisata, fasilitas umum, serta kenyamanan pengunjung harus diperhatikan.

 “Wisatawan tidak akan betah jika akses jalan buruk atau fasilitas di lokasi wisata terbatas. Hal ini harus jadi prioritas,” tegasnya.

Jati juga mendorong peran masyarakat lokal melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar ikut aktif dalam mengelola destinasi. Menurutnya, pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga peluang ekonomi bagi warga sekitar. Jika masyarakat dilibatkan, dampaknya tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga kesejahteraan warga.

Politisi ini mengingatkan, tanpa langkah konkret, target peningkatan kunjungan wisata di akhir 2025 hanya akan menjadi slogan. Ia menekankan perlunya roadmap yang jelas, termasuk strategi promosi digital yang konsisten dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun pelaku usaha di bidang pariwisata.

Lebih lanjut, Jati menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata akan berimbas pada sektor lain seperti transportasi, kuliner, dan UMKM. Dengan begitu, efek domino ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. 

“Peningkatan PAD dari wisata berarti juga peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Palangka Raya,” tambahnya.

Ia berharap Pemko Palangka Raya berani menetapkan target yang realistis dan diikuti dengan langkah nyata. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, ia optimistis pariwisata Palangka Raya bisa menjadi motor penggerak PAD pada akhir 2025. (MARINI/y)