BORNEONEWS, Sampit -- Ternyata aksi pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dilakukan oleh Iwan Syahputra (30), Ponirin (29) dan Jeri Nusa Dinadra (18) tidak hanya terhadap ATM BRI saja, namun juga ATM Bank Sinarmas, yang harus mengalami kerugian Rp34 juta. 

Hal itu dilakukan oleh para pelaku di ATM SInarmas Kecamatan Kota Besi, pada (6/11/2016) lalu, dan baru diketahui setelah pihak bank melakukan pengisian uang, Rabu (9/11/2016). 

“Iya ada laporan baru, dan korbannya kali ini adalah ATM Bank Sinarmas,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, Kamis (10/11/2016). 

Terungkapnya pembobolan di ATM Sinarmas tersebut bermula ketika pihak bank akan melakukan pengisian uang. Mereka menemukan adanya kerusakan alat tepatnya di pengambilan uang. Sehingga langsung saja mereka melakukan pengecekan, dan memeriksa CCTV yang ada di tempat tersebut. 

Dan benar saja bahwa ada dua orang pelaku yang beraksi dengan merusak mesin ATM itu dan mengambil uang yang ada di dalamnya. 

“Di CCTV itu terlihat Iwan dan Jeri yang sedang beraksi, sehingga hal itu langsung kami tanyakan kepada mereka, dan mereka mengakuinya,” ungkap Hendra.

Dalam pengakuannya, mereka membobol ATM Sinarmas itu pada waktu yang sama, yakni (6/11/2016). Namun uang itu digunakan untuk berfoya-foya, seperti pergi ke hiburan malam, dan memakai PSK. 

Dengan adanya hal itu, hingga saat ini kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Karena kemungkinan besar masih ada korban lainnya, yang bernasib sama. (MH/*)