BORNEONEWS, Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas, Kalimantan Tengah, terus memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan stunting. Upaya ini dinilai sangat penting untuk melahirkan generasi yang sehat dan cerdas.
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, menyebut posyandu memiliki peran strategis, mulai dari deteksi dini, pendataan anak berisiko, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Posyandu bukan hanya tempat layanan kesehatan, tapi juga pusat edukasi bagi ibu hamil dan balita. Dengan pemantauan rutin, potensi stunting bisa dicegah sejak awal,” ujarnya, Selasa, 23 September 2025.
Berdasarkan data 2024, Kabupaten Gunung Mas memiliki 147 posyandu aktif dengan rasio 1,1 posyandu per 100 balita. Selain itu, terdapat 124 pos pembinaan terpadu (posbindu) yang turut mendukung layanan kesehatan masyarakat.
Pemantauan pertumbuhan anak dilakukan secara berkala, baik melalui posyandu maupun kunjungan rumah. Hasilnya dicatat sebagai dasar untuk menentukan langkah intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan, vitamin, imunisasi, hingga rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.
Selain posyandu, puskesmas juga berperan penting dalam pencegahan stunting. Program yang dijalankan antara lain edukasi gizi kepada calon pengantin, ibu hamil, serta keluarga balita mengenai pola asuh dan perilaku hidup bersih sehat.
“Dengan asupan gizi yang seimbang dan pola hidup sehat, risiko stunting bisa ditekan lebih dini,” tegas Jaya.
Bupati menekankan pentingnya sinergi antara puskesmas, kader posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat layanan kesehatan.
“Kami optimistis angka stunting di Gunung Mas bisa terus ditekan melalui kerja sama dan program intervensi gizi yang berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kader posyandu dan posbindu yang konsisten melayani masyarakat. Menurutnya, peran mereka sangat vital dalam menyukseskan program kesehatan pemerintah sekaligus mendukung visi mencetak sumber daya manusia unggul di Gunung Mas.









