BORNEONEWS, Beirut – Gelombang pengakuan terhadap negara Palestina oleh sejumlah negara Eropa dinilai sebagai langkah penting. Namun, Hamas menegaskan pengakuan itu harus disertai dengan aksi nyata untuk menghentikan agresi Israel di Jalur Gaza.
Hal tersebut disampaikan juru bicara Hamas di Lebanon, Walid Kilani, dalam wawancara dengan RIA Novosti. Menurutnya, dukungan dari Eropa akan semakin menekan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar menghentikan rencana pengusiran warga Palestina dari Tepi Barat maupun Gaza.
“Pengakuan ini sangat penting, khususnya untuk menggagalkan upaya Israel memindahkan warga Palestina ke Sinai, Yordania, atau negara lain. Namun, tanpa langkah nyata, dukungan itu hanya sebatas moral,” tegas Kilani.
Sejumlah negara, yakni Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal, secara resmi telah mengakui Palestina pada Minggu (21/9).
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya juga akan mengambil langkah serupa dalam pertemuan puncak di sela Sidang Majelis Umum PBB, Senin (22/9).
Pengakuan tersebut menambah momentum diplomasi Palestina di tengah situasi konflik yang belum mereda di Jalur Gaza.
ANTARA









