BORNEONEWS, Sukamara – Seluas 60 hektare lahan sawah milik petani Kabupaten Sukamara terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa pekan ini. Selain itu juga menyebabkan musim tanam untuk Oktober – Maret (Okmar) tertunda.
Kapala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sukamara, Suhadi mengatakan bahwa tingginya air merendam lahan pertanian warga menyebabkan tanam padi yang sudah ditanam tenggelam dan bisa menyebabkan matinya tanaman tersebut.
“Wilayah Sukamara lahan yang terendam ada di lahan pertanian Kampung Sambas, Karta Mulia dan Natai Sedawak, Sungai Pasir di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai” kata Suhadi, Kamis (10/11).
Menurutnya akibat dari rendaman bajir tersebut membuat petani yang sudah menanam tanaman padi mengalami kerugian. Kkarena harus melakukan pengolahan lahan dan penanaman ulang, yang tentunya memakan biaya dan waktu petani tersebut.
Selain itu, penundaan musim tanam juga merupakan hal yang dapat merugikan para petani, karena akan mengundur jadwal panen petani yang semestinya sudah melakukan produski padi. “Selain itu petani juga harus menunda musim tanam para petani hingga air yang merendam kembali turun,” tuturnya. (MG-13/*)








