SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemetaan mutu pendidikan melalui Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)  dinilai sangat diperlukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah mengatakan pemetaan itu sebagai bahan evaluasi menyeluruh. 

"Data yang dihasilkan tidak hanya menilai kemampuan literasi dan numerasi siswa, tetapi juga memberikan gambaran mengenai lingkungan belajar dan kualitas pengajaran di sekolah, " katanya, Selasa, 23 Januari 2025.

Lebih lanjut,  dengan begitu pemerintah daerah dapat menyusun strategi perbaikan yang lebih tepat sasaran dan mutu pendidikan dapat ditingkatkan, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain. Pasalnya, hasil asesmen dapat menjadi tolok ukur keberhasilan berbagai program pendidikan yang telah berjalan, serta menjadi landasan dalam menentukan kebijakan baru. 

Hasil asesmen akan diolah dan disajikan dalam bentuk rapor pendidikan. Rapor tersebut nantinya menjadi potret mutu penyelenggaraan pendidikan baik di tingkat sekolah, daerah, maupun nasional. 

“Pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” terangnya. 

Sebanyak  368 satuan pendidikan jenjang sekolah dasar (SD) di Kotim sedang mengikuti pelaksanaan ANBK Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung dalam empat gelombang, mulai 22 September hingga 2 Oktober 2025.

Pelaksanaan ANBK tahun ini terbagi dalam empat gelombang, yakni gelombang pertama pada 22–23 September, gelombang kedua pada 24–25 September, gelombang ketiga pada 29–30 September, dan gelombang keempat pada 1–2 Oktober 2025. (DEVIANA/j)