BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustin, menekankan pentingnya digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu strategi kunci untuk memperkuat ekonomi daerah.
Menurutnya, adaptasi UMKM terhadap teknologi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan di era modern ini.
Riska menjelaskan, digitalisasi UMKM dapat membuka akses pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional bahkan internasional. Dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial, UMKM Kalteng dapat menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau.
"Ini adalah peluang besar bagi UMKM kita untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan bisnis," ujarnya, Selasa, 23 September 2025.
Selain itu, digitalisasi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional UMKM. Penggunaan aplikasi dan perangkat lunak untuk manajemen keuangan, inventaris, dan pemasaran dapat membantu UMKM mengelola bisnis mereka dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini akan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.
Namun, Riska mengakui bahwa masih banyak UMKM di Kalteng yang belum sepenuhnya memahami dan memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM dalam hal digitalisasi.
"Pemerintah harus hadir untuk membantu UMKM kita agar mereka bisa bersaing di era digital ini," katanya.
Lebih lanjut, Riska juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan pihak swasta dalam upaya digitalisasi UMKM. Dengan adanya sinergi yang baik, program digitalisasi UMKM dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian Kalteng.
"Digitalisasi UMKM adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi Kalteng. Dengan UMKM yang kuat dan berdaya saing, ekonomi daerah kita akan semakin kokoh dan mampu menghadapi berbagai tantangan," pungkasnya. (PATHUR/y)









