PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Jumlah pasien yang terus meningkat membuat kebutuhan ruang rawat inap di RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun semakin mendesak.

Direktur RSSI Kobar, dr. Fachruddin, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan penambahan ruangan perawatan kelas III, agar pelayanan kesehatan dapat lebih optimal.

Menurutnya, meskipun dukungan dari pemerintah daerah terus bertambah, khususnya pada fasilitas pelayanan seperti Hemodialisa, ketersediaan ruang rawat inap kelas III masih jauh dari standar.

“Untuk saat ini ruang perawatan kelas 3 kita masih belum memenuhi standar. Jumlah pasien yang dirawat ada 8 tempat tidur, sementara normalnya satu ruangan hanya 4 tempat tidur,” jelas Fachruddin, saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat sebagian pasien terpaksa dirawat di lorong rumah sakit.

“Sehingga kita perlu penambahan pembangunan ruangan baru. Kalau ruangan yang ada sekarang dijadikan standar hanya bisa menampung 4 pasien, padahal dengan 8 tempat tidur saja masih ada yang dirawat di lorong,” ujarnya.

Fachruddin menilai solusi terbaik adalah dengan membangun ruangan baru khusus kelas III.

“Kalau ruangan yang lain sebenarnya sudah memadai. Yang menjadi prioritas memang ruangan kelas 3 karena pasien BPJS cukup tinggi jumlahnya,” tegasnya.

Untuk rencana pembangunan tersebut, RSSI Kobar telah mengajukan permohonan anggaran baik ke pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun Kementerian Kesehatan.

“Mudah-mudahan kita bisa mendapat alokasi anggaran, karena memang untuk pembangunan ruangan baru kelas 3 ini diperlukan biaya yang besar,” katanya.

Sebagai langkah sementara, pihak rumah sakit juga telah melakukan penataan ulang ruang perawatan.

“Dulu ruangan kelas 1 ada di Meranti, kelas 2 di Akasia. Itu sudah kita siapkan ruangan tersendiri. Sehingga yang dulu ruangan kelas 1 kita jadikan kelas 2, dan ruangan kelas 2 kita gunakan untuk menambah kuota kelas 3,” papar Fachruddin. (DANANG/y)