BORNEONWS, Jakarta - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menyatakan sejumlah segmen batas darat antara Indonesia dan Timor Leste masih belum disepakati secara penuh dan masih dalam proses pembahasan bersama.
Sekretaris BNPP Komisaris Jenderal Polisi Makhruzi Rahman mengatakan segmen yang dimaksud meliputi wilayah Noelbesi-Citrana di Kabupaten Kupang, Subina-Oben di Timor Tengah Utara, serta Humamania-Pasabe.
"Status segmen tersebut saat ini belum dapat ditetapkan karena masih ada beberapa isu yang harus diselesaikan secara menyeluruh melalui mekanisme teknis dan diplomasi," kata Makhruzi pada rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Ia menekankan BNPP terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan melakukan dialog dengan Pemerintah Timor Leste agar penyelesaian batas negara dapat dicapai dengan prinsip saling menghormati.
Menurut ia, penyelesaian batas wilayah penting bukan hanya untuk kepastian hukum antarnegara, tetapi juga untuk menjamin keamanan dan pelayanan publik bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.
Komisi II DPR RI dalam rapat tersebut menegaskan pentingnya penguatan diplomasi dan pengawasan lapangan serta mitigasi terhadap potensi persoalan sosial di daerah perbatasan.
BNPP mencatat terdapat lebih dari 30 titik perbatasan Indonesia dengan negara lain yang memerlukan perhatian, baik di darat maupun laut, termasuk dengan Timor Leste.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan penyelesaian penetapan dan penegasan batas wilayah dilakukan secara bertahap melalui koordinasi lintas sektor.
Selain segmen batas, BNPP juga menyoroti perlunya peningkatan sarana prasarana di pos lintas batas negara (PLBN) untuk mendukung aktivitas masyarakat dan menjaga hubungan baik antarnegara.
Sebelumnya, Makhruzi menyebut dalam proses teknis di lapangan sempat terjadi gesekan kecil saat pemasangan patok batas di wilayah Nolbesi-Citrana, Kabupaten Kupang, sehingga pemerintah menekankan pentingnya penyelesaian melalui jalur diplomasi agar situasi tetap kondusif.
ANTARA









