BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Aksi pencurian meteran air PDAM kembali marak di sepanjang Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Kapuas Timur.
Belasan meteran air dilaporkan hilang dicuri dalam semalam, menimbulkan keresahan di kalangan warga dan pelanggan PDAM.
Salah seorang korban, Muhammad Raihan yang tinggal di Jalan Trans Kalimantan Km. 7, melaporkan bahwa sekitar tujuh meteran di area tempat tinggalnya raib pada Selasa dini hari, 23 September 2025. Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus pencurian yang serupa di kawasan tersebut.
Menurut korban, aksi pencurian ini diperkirakan terjadi antara pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. “Di sini sekitar 7 buah hilang,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kejadian serupa juga menimpa sebuah minimarket di Km. 9 pada malam yang sama.
Kepada Borneonews, korban mengonfirmasi bahwa kasus pencurian meteran juga terekam kamera CCTV di lokasi lain, yaitu di Jalan Trans Kalimantan, Km. 10.
Rekaman tersebut menunjukkan aksi pelaku yang beraksi pada dini hari, menguatkan dugaan bahwa ini adalah ulah sindikat.
Aksi pencurian ini bukan yang pertama kali terjadi. Korban menyebutkan bahwa sekitar seminggu sebelumnya, beberapa meteran di Km. 11 juga menjadi sasaran.
Pola pencurian yang terorganisir ini membuat warga bertanya-tanya mengapa meteran PDAM menjadi target utama.
Terkait motif pencurian, korban menduga para pelaku mengincar kuningan yang terdapat di dalam meteran.
"Kata orang, dalam meterannya itu ada kuningan, itu yang diincar," jelasnya. Kuningan memiliki nilai jual yang cukup tinggi, menjadikannya target menguntungkan bagi para pencuri.
Meskipun telah menjadi korban, Raihab belum melaporkan kejadian ini ke polisi. Dirinya di data oleh pihak PDAM. (SABRIANOOR/R)









