PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi di daerah.

Plt Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Kobar, Adrian Noor, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi cepat mengatasi gejolak harga kebutuhan pokok yang sering kali naik dan tidak stabil.

“Melalui GPM, pemerintah daerah menyediakan beragam kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur ayam, hingga sayuran segar dengan harga lebih terjangkau. Ini sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah tekanan inflasi,” ungkapnya, Rabu, 24 September 2025.

Adrian menambahkan, selain menjadi upaya pengendalian inflasi, pelaksanaan GPM juga merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri. Program ini diproyeksikan berlanjut secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Tujuannya bukan hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dan meringankan beban ekonomi keluarga. Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga sangat positif,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kobar bekerja sama dengan Bulog Cabang Pangkalan Bun. Kepala Cabang Bulog, Ricky Bagus P, memastikan dukungan penuh hingga akhir 2025.

“Kegiatan GPM ini akan berjalan sampai Desember 2025. Selain menggandeng Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, kami juga rutin bekerja sama dengan TNI-Polri untuk memastikan program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” tegas Ricky.