BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pencegahan rabies tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga pada pengendalian perilaku dan populasi hewan penular. Hal ini disampaikan oleh Dokter Hewan (drh) Louise Emy Violleta dalam wawancara terkait pentingnya sterilisasi hewan peliharaan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa rabies dapat menular antar hewan melalui gigitan, cakaran, atau jilatan pada luka terbuka dan selaput lendir, terutama saat terjadi kontak fisik intens di musim kawin.
“Interaksi fisik antar hewan, seperti saat mereka mencari pasangan, sangat berisiko dalam penyebaran rabies,” jelas drh Louise kepada Borneonews pada Rabu, 24 September 2025.
Ia menekankan bahwa sterilisasi bukan hanya soal pengendalian populasi, tetapi juga bagian dari strategi kesehatan masyarakat. Dengan menekan dorongan hewan untuk berkelana dan berinteraksi secara agresif, potensi penularan rabies dapat diminimalisir secara signifikan.
Sterilisasi juga berperan penting dalam mengurangi sifat agresif hewan, yang kerap menjadi pemicu konflik dan luka terbuka. Hewan yang telah disteril cenderung lebih tenang dan tidak mudah terlibat dalam perkelahian.
“Ini sangat penting terutama di lingkungan padat penduduk, di mana interaksi antar hewan peliharaan dan manusia tidak bisa dihindari,” tambahnya.
Selain itu, pengendalian populasi Hewan Penular Rabies (HPR) melalui sterilisasi dapat membantu pemerintah dan komunitas dalam memetakan program vaksinasi dan pemantauan kesehatan hewan. Dengan populasi yang lebih terkendali, distribusi sumber daya menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
“Sterilisasi adalah langkah preventif yang berdampak luas, bukan sekadar tindakan medis,” ujar drh Louise.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan mereka, tidak hanya dengan memberikan makanan dan tempat tinggal, tetapi juga dengan memastikan hewan tersebut tidak menjadi sumber penularan penyakit.
“Sterilisasi adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai pemilik hewan. Ini bukan hanya untuk mereka, tapi juga untuk keselamatan kita bersama,” tegasnya.
Melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor, drh Louise berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sterilisasi hewan peliharaan semakin meningkat. Ia menutup dengan pesan bahwa pencegahan rabies adalah tanggung jawab bersama, dan setiap tindakan kecil seperti sterilisasi dapat membawa dampak besar bagi kesehatan publik. (TESTI PRISCILLA/j)









