BORNEONEWS, PANGKALAN BUN - Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KP2KP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengajak masyarakat memanfaatkan bagian rumah, untuk mengembangkan tanaman hidroponik.

Selain murah, melalui metode tanam hidroponik, tanaman sayuran atau buah sayur bisa dikembangkan tanpa banyak menyediakan lahan tanam.

"Memanfaatkan pekarangan melalui pola hidroponik sangat menguntungkan, karena tidak perlu lahan tanam, cukup dengan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat," ujar Kepala KP2KP Kabupaten Kobar, Abet Nego. Kamis (10/11/2016).

Sebagai langkah awal, kata Abet Nego,  cukup dengan menggunakan media pipa paralon yang dipasang secara bertingkat, sudah bisa bertani dengan berbagai Jenis tanaman. Saat ini, pihaknya telah menanam beberapa jenis sayuran seperti sawi, kangkung, seledri dan pak coy (sawi cina).

"Dengan sitem hidroponik, masa tumbuh tanaman bisa 10 sampai 15 hari lebih cepat dibandingkan dengan media tanah, serta biaya perawatan juga relatif lebih murah," katanya.

Menurutnya, penanaman dengan media tanah, akan banyak risiko jika tidak dirawat dengan baik. Sebab, banyak hama dan memerlukan pestisida serta biaya besar untuk bertanam.

Sedangkan hidroponik sebaliknya, dengan memanfaatkan air dan campuran larutan nutrisi, membuat tanaman hidroponik ini jauh lebih subur, segar dan sehat tanpa pestisida.

"Bahkan hidroponik dapat dipergunakan dengan lahan terbatas seperti pekarangan rumah, bagasi, teras, lantai atas yang kosong. Lebih bermanfaat, bisa ditanam seperti sayur-sayuran dan buah-buahan," ujarnya.

Saat ini sudah banyak yang bergabung dan tertarik untuk mengembangkan tanaman dengan sistem hidroponik. Selain masyarakat, juga sejumlah sekolah di Pangkalan Bun sudah mulai mengembangkanya.

Ditambahkannya, jika ada warga ingin belajar dan bergabung untuk ikut mengembangkan tanaman sistem hidroponik, pihaknya akan memberikan pelatihan menanam yang baik.

"Ya kami ada pelatihan-pelatihan juga. Jika berminat mengikuti pelatihan hidroponik, tinggal datang ke kantor KP2KP di Jalan Sutan Syahrir," ucapnya.

Sementara itu, untuk pupuk cair yang digunakan pihaknya telah memanfaatkan pupuk produksi kelompok tani binaan KP2KP, yang tergabung dalam Pusat Pelatihan Petani Swadaya di Desa Kubu, Kecamatan Kumai.(UD/*)