BORNEONEWS, Palangka Raya - Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Rahmat Alfandy, menyampaikan prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama seminggu ke depan.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem dan dampak yang mungkin ditimbulkannya," katanya, Rabu, 24 September 2025.
Secara umum, kondisi cuaca di Kalteng diprediksi akan berawan hingga hujan ringan. Namun, beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Suhu udara selama periode ini diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 34°C, dengan kelembaban udara yang cukup tinggi, yaitu antara 55 persen hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari arah Timur ke Barat dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, prospek tinggi gelombang mingguan di Perairan Selatan Kalimantan Tengah berpotensi sekitar 0.5 hingga 1.25 meter, yang tergolong rendah. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk berhati-hati, terutama para nelayan dan pengguna jalur transportasi laut.
Peringatan dini juga dikeluarkan terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah Kalteng.
Selain itu, waspada juga terhadap potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, bahkan angin puting beliung.
Dampak dari kondisi cuaca ini perlu diwaspadai, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat di daerah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Waspada juga adanya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat, menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah Pesisir dan Perairan Selatan Kalimantan Tengah.
Terakhir, peringatan penting juga disampaikan mengenai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.
"Oleh karena itu, masyarakat diimbau keras agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun guna mencegah terjadinya bencana karhutla yang dapat berdampak luas," pungkasnya. (PATHUR/j)









