PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bursa Efek Indonesia atau BEI terus memperluas jangkauan literasi keuangan di Kalimantan Tengah melalui pendirian Galeri Investasi di berbagai institusi pendidikan dan organisasi masyarakat.

Hingga September 2025, tercatat sebanyak 26 Galeri Investasi telah aktif beroperasi di wilayah ini, terdiri dari 12 galeri di perguruan tinggi, 13 di sekolah menengah, dan 1 galeri organisasi. Langkah ini dinilai strategis dalam membangun budaya investasi yang sehat dan inklusif di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, menyampaikan bahwa Galeri Investasi bukan sekadar fasilitas edukasi, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia akademik dan pasar modal.

“Kami ingin menciptakan ekosistem investasi yang dimulai dari ruang kelas. Ketika siswa dan mahasiswa memahami instrumen keuangan sejak dini, mereka akan lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial di masa depan,” kata Cahyo kepada Borneonews pada Rabu, 24 September 2025.

Institusi pendidikan tinggi yang telah memiliki Galeri Investasi antara lain Universitas Palangka Raya, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Darwan Ali Sampit, hingga STIE Muara Teweh. Sementara di tingkat menengah, partisipasi sekolah seperti SMAN 2 Palangka Raya, SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya, dan SMKN 1 Pangkalan Banteng menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap dunia investasi.

“Kami melihat semangat luar biasa dari para pelajar, terutama saat mereka mulai memahami konsep saham dan pasar modal secara praktis,” tambah Cahyo.

Menurut Cahyo, kehadiran Galeri Investasi di sekolah dan kampus juga mendorong kolaborasi lintas sektor. BEI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan sekuritas, dan komunitas ekonomi lokal untuk menyediakan pelatihan, simulasi transaksi, serta seminar rutin.

“Kami tidak hanya membekali mereka dengan teori, tetapi juga pengalaman langsung melalui Sharia Online Trading System (SOTS) dan platform edukatif lainnya,” jelasnya.

Selain institusi pendidikan, Galeri Investasi juga hadir di organisasi Masyarakat Ekonomi Kalimantan Tengah. Kehadiran galeri ini memperluas akses edukasi keuangan bagi masyarakat umum, termasuk pelaku usaha dan komunitas lokal. Stephanus menekankan bahwa inklusi keuangan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada kalangan akademik.

“Kami ingin investasi menjadi bagian dari gaya hidup produktif masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya.

Dengan semakin banyaknya Galeri Investasi yang tersebar di berbagai wilayah, BEI optimistis literasi keuangan di Kalimantan Tengah akan terus meningkat.

“Kami berharap Galeri Investasi ini menjadi titik awal lahirnya investor muda yang cerdas, kritis, dan beretika. Kalimantan Tengah punya potensi besar, dan kami siap mendampingi setiap langkahnya,” tutur Cahyo. (TESTI PRISCILLA/j)