PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Intensitas hujan yang tinggi di Kota Palangka Raya belakangan ini memicu kekhawatiran baru bagi warga. Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Palangka Raya, Gloriana Aden, secara khusus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hewan liar, terutama ular, ke dalam area pemukiman dan rumah.

"Musim hujan hewan seperti ular akan mencari tempat lembab untuk bersarang," ujarnya, Rabu, 24 September 2025.

Kondisi lingkungan yang basah dan tergenang membuat habitat alami hewan-hewan ini terganggu, mendorong mereka mencari perlindungan di tempat yang lebih kering dan aman, seringkali adalah rumah warga.

Oleh karena itu, Gloriana menekankan pentingnya menjaga kebersihan rumah dan area sekitarnya. Lingkungan yang bersih dan terawat akan mengurangi daya tarik bagi hewan-hewan tersebut untuk bersarang.

Penumpukan barang bekas, semak belukar, atau tumpukan sampah dapat menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular dan hewan lainnya.

Tidak hanya ular, Gloriana juga mengingatkan bahwa hewan lain seperti tikus, biawak, atau bahkan serangga berukuran besar juga berpotensi masuk ke pemukiman warga. Hewan-hewan ini, yang mungkin tidak berbahaya secara langsung, tetap dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan potensi penyebaran penyakit.

Gloriana mengungkapkan bahwa Tim Call Center 112 hampir setiap hari menerima laporan dan melakukan evakuasi ular maupun hewan lainnya yang ditemukan masuk ke rumah atau pemukiman warga.

Hal ini menunjukkan bahwa ancaman hewan liar di musim hujan merupakan kejadian yang rutin dan memerlukan perhatian serius.

Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi Call Center 112 jika menemukan hewan berbahaya di dalam atau sekitar rumah.

"Disdamkarmat Palangka Raya siap siaga 24 jam untuk memberikan bantuan penanganan dan evakuasi, memastikan keselamatan dan kenyamanan warga di tengah musim penghujan ini," pungkasnya. (PATHUR/j)