TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Aksi sigap dan penuh kepedulian ditunjukkan jajaran BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur bersama relawan gabungan dan tenaga medis Puskesmas Ampah.

Mereka berhasil mengevakuasi cincin yang terpasang di jari kaki seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Ahmad Gazali, warga asal Balangan, Rabu, 24 September 2025.

Laporan mengenai kondisi korban diterima sekitar pukul 12.30 WIB, setelah seorang warga melaporkan bahwa jari kaki ODGJ tersebut membengkak parah dan sebagian dagingnya sudah melepuh akibat cincin yang terlalu lama menempel. Tim Damkar bersama relawan segera berkoordinasi untuk melakukan penanganan darurat.

Komandan Regu Piket Pos Damkar Ampah, Riskianto, mengungkapkan bahwa evakuasi dilakukan secara hati-hati karena kondisi korban cukup memprihatinkan.

“Setelah laporan masuk melalui rekan kami, Yantulus, anggota Damkar, kami langsung turun ke lapangan dan mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Benar adanya bahwa jari kaki ODGJ itu sudah mengalami luka serius akibat cincin yang menempel,” jelasnya.

Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, mulai dari personel Damkar Pemda Barito Timur, Relawan Gabungan Ampah, hingga tenaga kesehatan Puskesmas Ampah. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapat penanganan medis sekaligus pelepasan cincin. 

“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik di lapangan, cincin berhasil dilepaskan dengan aman. Ini membuktikan bahwa sinergi antarinstansi dan relawan sangat penting dalam penanganan kasus-kasus kemanusiaan seperti ini,” tambah Riskianto.

Evakuasi yang berlangsung sejak pukul 12.30 hingga 14.15 WIB itu tidak hanya menyelamatkan kondisi korban, tetapi juga menjadi cerminan nyata kepedulian sosial. 

“Kami di Damkar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga membantu masyarakat dalam situasi darurat apapun. Inilah wujud pelayanan kami untuk kemanusiaan,” tegas Riskianto.

Keberhasilan evakuasi ini menuai apresiasi dari warga sekitar yang menyaksikan langsung proses penyelamatan.

Kerja sama lintas sektor itu kembali menegaskan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama di Barito Timur, terutama ketika menyangkut keselamatan sesama. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)