BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengimbau perusahaan besar swasta (PBS) di wilayahnya untuk memanfaatkan layanan Bank Kalteng. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus mendukung pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Jaya menegaskan bahwa penggunaan layanan Bank Kalteng oleh PBS akan memberikan dampak positif terhadap keuangan daerah.
“Semakin besar laba Bank Kalteng, semakin besar pula dividen yang diterima pemerintah daerah. Hasilnya menjadi PAD yang bisa digunakan untuk pembangunan,” kata Jaya di Kuala Kurun.
Ia menambahkan, peningkatan PAD akan membantu pemerintah melaksanakan berbagai program pembangunan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Jaya menyampaikan perhatian khusus kepada PBS yang beroperasi di Gumas agar lebih memilih Bank Kalteng dalam pengelolaan keuangan. Upaya komunikasi dan koordinasi terus dilakukan bersama pimpinan Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun, Soleman Hukubun.
Sebagai contoh nyata, Pemkab Gumas telah lebih dulu menggunakan layanan Bank Kalteng melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang ditandatangani pada April 2025.
“Kami berharap PBS juga berkontribusi meningkatkan PAD dengan cara yang sama, yakni memanfaatkan layanan Bank Kalteng,” tegas Jaya.
Pimpinan Cabang Bank Kalteng Kuala Kurun, Soleman Hukubun, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan perusahaan. Mulai dari payroll gaji karyawan, fasilitas pembiayaan, hingga pemasangan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di lokasi PBS bagi perusahaan yang menjadi nasabah tetap.
Menurut Soleman, sebagian besar PBS di Gumas sudah merespons positif. Beberapa perusahaan yang telah bekerja sama antara lain PT Cakra Alam Persada, PT Kalimantan Hamparan Sawit, dan PT Kahayan Agro Plantations. Sementara itu, PT Archipelago Timur Abadi segera menandatangani PKS dengan Bank Kalteng.
Perusahaan lain yang masih dalam tahap proses antara lain PT Bumi Argo Prima, PT Berkala Maju Bersama Estate, PT Tewah Bahana Lestari, PT Mulia Sawit Agro Lestari, PT Flora Nusa Perdana, PT Prasetya Mitra Muda, PT Tantahan Pandohop Asi, PT Alam Sutera, PT Bumi Mas Permata Abadi, dan PT Taiyoung Engreen.
Soleman mengakui masih ada tantangan dalam menjalin komunikasi dengan sejumlah PBS, terutama karena banyak kantor pusat perusahaan berada di luar Gumas bahkan di luar Kalimantan Tengah.
“Walau ada kendala, kami akan terus berusaha agar PBS memanfaatkan layanan Bank Kalteng sehingga bisa sama-sama memberikan manfaat bagi perusahaan maupun daerah,” ungkapnya.









