BORNEONEWS, Sampit – Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Yephi Hartady Periyanto, memaparkan perkembangan aplikasi Si Pebeje yang terus menunjukkan dampak signifikan dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa di daerah.
Sejak dibuat pada tahun 2023, mulai digunakan di 2024, hingga dikembangkan pada 2025, Si Pebeje telah memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kotim. Salah satunya, keberhasilan meraih paripurna tingkat kematangan UKPBJ (level 9) dan predikat UKPBJ Proaktif (Bintang 3) dari LKPP.
“Ke depan, kehadiran Si Pebeje juga akan sangat berperan penting dalam meningkatkan nilai Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) dengan perkiraan capaian 90, jauh di atas target 75. Bahkan ini membuka peluang besar bagi Kotim untuk meraih predikat bergengsi PKPBJ yang tahun depan akan dilombakan LKPP,” kata Yephi, Kamis, 25 September 2025.
Lebih lanjut, aplikasi ini juga mendapat pengakuan dari berbagai daerah di luar Kalimantan Tengah. Hingga saat ini, tercatat ada empat daerah yang berminat mereplikasi Si Pebeje, yaitu Kota Ambon, Kabupaten Poso, Kabupaten Wakatobi, dan Kabupaten Bintan. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah.
Yephi menegaskan, kesuksesan Si Pebeje tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Kotim, tetapi juga menjadi model pengelolaan PBJ yang transparan dan efisien.
“Kami sangat berharap adanya dukungan dan doa terbaik dari pimpinan serta seluruh pihak agar kiprah Si Pebeje semakin berkembang,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









