BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berupaya meningkatkan penyediaan penerangan jalan umum (PJU) sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat. Fokus kali ini adalah Jalan Kapten Mulyono yang kondisinya pada malam hari dikeluhkan kurang terang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, menyatakan bahwa pihaknya akan menggunakan PJU tenaga surya untuk Jalan Kapten Mulyono.
"Untuk di Jalan Kapten Mulyono itu, perlu kurang lebih 90 sampai 100 titik PJU. Biayanya sekitar Rp35 juta per unit untuk PJU tenaga surya dengan kualitas baik. Itu sudah termasuk pajak dan lainnya," ujarnya, Kamis, 25 September 2025..
Raihansyah menambahkan, penggunaan tenaga surya dipilih karena praktis, menggunakan teknologi terkini, dan dapat mengurangi beban keuangan daerah karena tidak perlu membayar tagihan listrik bulanan.
Dishub Kotim akan mencari PJU tenaga surya dengan kualitas terbaik agar tahan lama dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Program ini diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2026, tergantung pada kemampuan keuangan daerah. Saat ini, Dishub juga memasang lampu hias hemat energi di sejumlah pohon di Jalan Kapten Mulyono untuk menambah penerangan dan memperindah pemandangan.
"Kami sudah mendata lokasi-lokasi yang perlu penambahan PJU. Semua kita programkan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah kita," pungkas Raihansyah. (DEVIANA/j)









