BORNEONEWS, Palangka Raya - Diklat pelatih musik gerejawi yang digelar di Gunung Mas bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia menuju Gunung Mas Emas 2045. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelayanan rohani juga mendapat perhatian dalam pembangunan daerah.
Bupati Gunung Mas Jaya S Menong menyampaikan bahwa musik gerejawi memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas masyarakat. Oleh karena itu, pelatih musik gerejawi harus dibekali dengan kompetensi yang memadai agar mampu membina jemaat secara efektif.
Diklat ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari Jakarta, yaitu Untung Siahaan dan Linda. Mereka memberikan pelatihan vokal solo dan teknik kepelatihan musik gerejawi kepada peserta yang berasal dari lima kecamatan.
Ketua LPPD Kalteng, Dr Guntur Talajan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas pelatih daerah.
"Kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam pelayanan musik gerejawi di komunitas masing-masing," kata Guntur dalam rilisnya pada Kamis, 25 September 2025.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kabid Bimas Kristen Kalteng, Mimi, yang menilai bahwa pelatihan seperti ini sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan rohani di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
Penyerahan 12 unit organ oleh Bupati Gunung Mas menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan musik gerejawi. Peralatan ini akan digunakan oleh LPPD Pesparawi di 12 kecamatan untuk memperkuat pelayanan musik di gereja-gereja lokal. (TESTI PRISCILLA/j)









